Overview severity of malocclusion in children with special needs in SLB Negeri 1 Makassar

Gambaran tingkat keparahan maloklusi pada anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri 1 Makassar

Authors

  • Ardiansyah S. Pawinru Department of Orthodontic, Faculty of Dentistry, University of Hasanuddin Makassar, Indonesia.
  • Nur Rahmadani Alimuddin Students of Bachelor of Dental Medicine Study Program Faculty of Dentistry, University of Hasanuddin Makassar, Indonesia.

Keywords:

maloklusi, Occlusion Feature Index, anak berkebutuhan khusus

Abstract

Penelitian ini membahas tingkat keparahan maloklusi pada anak berkebutuhan khusus berdasarkan periode gigi bercampur dan periode gigi permanen, menggunakan metode cross sectional study dengan desain observasi deskriptif. Sampel anak berkebutuhan khusus diambil dengan cara purposive sampling pada SLB Negeri 1 Makassar. Pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan klinis menggunakan Occlusion Feature Index (OFI). Hasil penelitian menunjukkan keparahan maloklusi pada periode gigi bercampur sebanyak 59,2% dan pada periode gigi permanen sebanyak 40,8% Pada anak berkebutuhan khusus didapatkan kategori sangat membutuhkan perawatan ortodonti pada kelainan autisme sebanyak 85,7%, diikuti dengan kelainan tunagrahita (66,7%), klasifikasi kelainan tunanetra didapatkan presentase tidak membutuhan perawatan ortodonti 46,7%. Disimpulpulkan bahwa maloklusi lebih banyak diderita oleh anak berkebutuhan khusus dengan kategori kelainan autisme.

Downloads

Published

2025-04-01