Dental and oral health status of students at Klangon Primary School

Status kesehatan gigi dan mulut siswa di Sekolah Dasar Klangon

Authors

  • Dian Yosi Arinawati Departemen Biologi Mulut, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Nyka Dwi Febria Departemen Pendidikan Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Afryla Femilian Departemen Kedokteran Mulut, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Afina Hasnasari Heningtyas Departemen Kesehatan Gigi Masyarakat, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Afryla Femilian Departemen Kedokteran Mulut, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Sholahuddin Departemen Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Banatul Hanidar Puspawati Program Studi Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Yogyakarta, Indonesia
  • Nurul Azizah Program Studi Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Yogyakarta, Indonesia
  • Rahma Septiningsih Program Studi Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Yogyakarta, Indonesia

Keywords:

indeks def-t, status gigi, karies gigi, sekolah dasar

Abstract

Karies gigi merupakan suatu kondisi yang menyerang jaringan keras gigi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain host, agent (makanan), dan lingkungan. Penelitian ini menilai status kesehatan gigi dan mulut siswa sekolah dasar yang bersekolah di SD Klangon, di Sedayu, Bantul, Yogyakarta, Indonesia. Studi cross-sectional dilakukan dengan metode convenience sampling untuk mengumpulkan sampel siswa kelas IV dan V. Setelah mendapat persetujuan tertulis dari orang tua siswa, sembilan anak bersedia berpartisipasi dalam evaluasi klinis oral. Indeks def-t digunakan untuk menilai status kesehatan mulut setiap siswa. Hasil penelitian ini mengungkapkan prevalensi karies sebesar 100% di antara subjek, dan tidak ada satupun yang bebas karies. Laki-laki memiliki rerata def-t sebesar 3,1, sedangkan perempuan sebesar 1. Anak-anak dengan rerata skor def-t di bawah 12 tahun sebesar 3,89, lebih besar dibandingkan anak-anak yang berusia lebih dari 12 tahun (0,22). Hasil perhitungan menunjukkan total nilai (d) (e) (f)-t sebesar 36 sehingga menghasilkan nilai indeks def-t sebesar 4. Disimpulkan bahwa nilai indeks masuk dalam kategori sedang, rerata anak yang diperiksa di SD Klangon memiliki 4 gigi yang terkena karies.

Downloads

Published

2025-04-01