Tingkat keparahan maloklusi pada anak usia 11-12 tahun dengan menggunakan Indeks Handicapping Malocclusion Assesment Record: Penelitian observasional di Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng

Malocclusion severity in children 11-12 years using handicapping malocclusion assesment record index: Observational research in District Lalabata, Soppeng

  • Donald R. Nahusona
  • Juwita Purnama Sari
Keywords: maloklusi, handicapping malocclusion assesment record

Abstract

Latar Belakang: Maloklusi merupakan masalah yang paling sering terjadi pada rongga mulut setelah karies dan penyakit periodontal. Penderita maloklusi di Indonesia cukup tinggi, sekitar 80% dari jumlah penduduk dan merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang cukup bermakna. Salah satu metode mengidentifikasi dan menilai keparahan maloklusi, yaitu menggunakan Indeks Handicapping Malocclusion Assessment Record (HMAR). Indeks ini, secara kuantitatif dan objektif memberi penilaian terhadap ciri-ciri oklusi dan cara menentukan prioritas perawatan ortodontik menurut keparahan maloklusi. Tujuan: Untuk mengetahui informasi klinis gambaran tingkat keparahan maloklusi pada anak usia 11-12 tahun menggunakan Indeks HMAR. Metode: Penelitian observasional deskriptif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 226 sampel dengan metode total sampling. Sampel diperiksa dan diukur dengan menggunakan Indeks HMAR. Data dianalisis dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil: Status maloklusi tertinggi adalah kategori maloklusi berat yang sangat perlu perawatan, yaitu sebanyak 70 sampel (31%), diikuti oleh maloklusi berat sebanyak 54 sampel (24%), kemudian maloklusi ringan kasus tertentu sebanyak 50 sampel (22,1%), dan maloklusi ringan sebanyak 37 sampel (16,4%). Simpulan: Gambaran tingkat keparahan maloklusi berdasarkan Indeks HMAR pada siswa sekolah dasar dengan persentase terbanyak, yaitu kategori maloklusi berat yang sangat memerlukan perawatan.

Published
2018-10-03